Makassar, 4 Oktober 2026 — Sebanyak Praja Muda Angkatan XXXVI IPDN Kampus Sulawesi Selatan mengikuti kegiatan pengenalan budaya lokal melalui kunjungan ke Museum Kota Makassar, Sabtu hingga Minggu, 3–4 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran di luar lingkungan kampus yang dirancang untuk memperluas wawasan para praja mengenai sejarah, budaya, serta kearifan lokal yang berkembang di tengah masyarakat Kota Makassar.
Kunjungan ini tidak sekadar menjadi kegiatan wisata edukatif, tetapi juga menjadi ruang bagi para praja untuk mengenal secara lebih dekat perjalanan sejarah Kota Makassar beserta berbagai warisan budaya yang membentuk identitas masyarakatnya. Melalui pengalaman secara langsung di museum, para Praja Muda Angkatan XXXVI diajak memahami bahwa sejarah dan kebudayaan daerah merupakan bagian penting dari perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kedatangan para praja mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Kota Makassar. Para praja disambut langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Patiware, S.STP., M.M., beserta jajaran. Suasana penyambutan berlangsung semakin semarak dengan penampilan tarian tradisional Angngaru, yang menjadi salah satu bentuk penghormatan sekaligus representasi nilai budaya masyarakat Makassar.
Penampilan budaya tersebut menjadi pengalaman awal yang memberikan kesan tersendiri bagi para praja. Mereka tidak hanya menyaksikan sebuah pertunjukan, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai nilai-nilai penghormatan, keberanian, kebersamaan, dan identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Didampingi jajaran keprajaan, para praja kemudian mengikuti rangkaian kunjungan di Museum Kota Makassar. Dengan penuh antusias, mereka menyimak berbagai informasi mengenai perkembangan Kota Makassar dari masa ke masa, mengenal tokoh dan pahlawan daerah, serta melihat berbagai koleksi dan peninggalan yang memiliki nilai sejarah dan kebudayaan.
Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada para Praja Muda untuk melihat secara langsung berbagai bukti sejarah yang selama ini mungkin hanya diperoleh melalui pembelajaran di ruang kelas. Interaksi dengan lingkungan museum juga mendorong para praja untuk memahami hubungan antara sejarah, budaya, masyarakat, dan penyelenggaraan pemerintahan di suatu daerah.
Bagi calon aparatur pemerintahan, pemahaman terhadap budaya lokal memiliki arti penting. Praja yang nantinya akan bertugas di berbagai wilayah Indonesia dituntut tidak hanya memiliki kemampuan dalam bidang pemerintahan, tetapi juga mampu memahami karakter masyarakat serta menghargai keberagaman budaya yang menjadi kekuatan bangsa.
Melalui kegiatan ini, Praja Muda Angkatan XXXVI IPDN Kampus Sulawesi Selatan diharapkan semakin menyadari bahwa keberagaman budaya Indonesia merupakan kekayaan yang harus dijaga dan dilestarikan. Pengenalan terhadap budaya lokal juga menjadi bagian dari pembentukan karakter praja agar memiliki sikap terbuka, menghargai perbedaan, serta mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Setelah seluruh rangkaian kunjungan di Museum Kota Makassar selesai, para praja kemudian melaksanakan kegiatan pesiar terpimpin dengan tetap didampingi oleh jajaran keprajaan. Kegiatan tersebut berlangsung dengan tertib dan lancar serta menjadi bagian dari pembinaan kehidupan keprajaan di luar lingkungan kampus.
Kunjungan ke Museum Kota Makassar diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman sesaat, tetapi dapat menjadi bekal bagi para Praja Muda Angkatan XXXVI untuk semakin mencintai sejarah dan budaya bangsa. Dengan mengenal akar budaya daerah, para calon aparatur pemerintahan diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki wawasan kebangsaan, berkarakter, serta mampu menjalankan tugas dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman dan kearifan lokal.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan, pengalaman, dan pembentukan karakter. Dari Museum Kota Makassar, para praja tidak hanya membawa pulang pengetahuan tentang masa lalu, tetapi juga memperoleh pesan penting untuk masa depan: bahwa menjadi bagian dari bangsa Indonesia berarti mampu menghargai sejarah, menjaga budaya, dan merawat keberagaman sebagai kekuatan bersama.
